Bagaimana Sosial Media Memengaruhi Remaja

Sebagian orang mengalami kecanduan sosial media yang biasanya dialami oleh remaja. Remaja saat ini menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menatap layar smartphone dengan durasi yang sangat lama. Mereka melakukannya saat mulai bangun tidur sampai dengan tidur kembali. Aktivitasnya lebih banyak dilakukan di dunia maya ketimbang di dunia nyata. Mereka menghabiskan waktunya dengan mengakses sosial media seperti Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, Google Plus, Tumblr, Blogger, Line, YouTube, Reddit, WhatsApp, Telegram, Quora dan lain sebagainya.

 

Pada prinsipnya sosial media membuat seseorang candu dengan sosial media itu. Itu adalah tugas perusahaan sosial media tersebut. Semakin lama seseorang mengakses sosial media, semakin banyak iklan yang ditampilkan ke gadget mereka dan semakin banyak keuntungan perusahaan sosial media. Sehingga mereka sangat memperhatikan lama per pengguna menghabiskan waktu di sosial media mereka, semakin lama pengguna menghabiskan waktu di sosial media mereka, semakin sukseslah mereka.

Pola ini memang terlihat kejam, namun memang demikianlah adanya. Oleh sebab itu mulai bermunculan kampanye menghapuskan sosial media di negara-negara barat untuk memulai kembali hidup yang baru tanpa sosial media yang semakin lama semakin merusak kehidupan manusia khususnya bagi kalangan remaja.

Kedekatan dengan saudara, teman, sahabat dan keluarga semakin renggang akibat sosial media. Media konvensional seperti koran, majalah, radio, dan televisi digerus oleh sosial media. Semua konten konvensional dapat diakses melalui jaringan internet dan semakin lama semakin murahlah harga paket internet.

Kebanyakan pecandu sosial media tidak menyadari bahwa mereka adalah seorang pecandu sosial media, akibatnya mereka menjadi semakin terpuruk dari hari ke hari. Kegiatan menghabiskan waktu di sosial media juga menjadikan pelajar mengalami penurunan prestasi belajar. Karena pengaruh dari sosial media mengurangi fungsi otak, menjadikan orang suka menunda-nunda, emosi yang kurang terkontrol, interaksi sosial yang kurang dan pada jangka panjang menjadikan orang semakin depresi.

Penelitian membuktikan bahwa mereka yang menghabiskan waktu di sosial media mengalami peluang depresi lebih berat ketimbang yang tidak.

 

Sumber: https://PojokSosmed.com/

You May Also Like

About the Author: Dewo Broto

Seorang pemuda 20 Tahun yang lagi ketagihan menulis artikel di media online.