Yuk Pelajari Jenis-jenis Pupuk Yang Sering Digunakan Dalam Dunia Pertanian

Untuk kalian yang suka budidaya berkebun, dan hal lain seputar budidaya tanaman pastinya sudah mengerti tentang fungsi pupuk yang berguna untuk menyuburkan tanaman yang kalian tanam. Dengan pupuk tanaman pastinya tanaman kalian akan tumbuh dengan subur.

Pupuk terbagi menjadi dua yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik atau pupuk kimia. Penggunaan pupuk kimia pada umumnya tidak dianjurkan karena dengan alasan pencemaran lingkungan dan berdampak negatif bagi kesehatan. Namun untuk saat ini penggunaan pupuk kimia cenderung lebih banyak digunakan karena dengan alasan lebih murah dan mudah.

Selain itu, pupuk kimia juga memberikan hasil yang lebih cepat dibandingkan dengan pupuk organik. Karena pupuk organik memiliki unsur makro dan mikro yang diperlukan oleh tanaman harus melalui proses pemecahan atau pelapukan terlebih dahulu.

Jika dibandingkan dengan pupuk kimia, unsur tersebut langsung tersedia tanpa melalui proses pemecahan atau pelapukan. Tiga unsur utama dalam pupuk kimia adalah N, P, dan K yang merupakan nutrisi makro yang dibutuhkan oleh tanaman.

Inilah pupuk kimia yang seringkali digunakan oleh petani.

1. Pupuk Urea

Pupuk urea adalah pupuk yang dibuat dari campuran gas amoniak (NH3) dan gas asam arang (CO2). Pupuk urea memiliki kandungan 46% N. Jadi setiap 100 kilogram mengandung 46 kilogram Nitrogen. Pupuk ini bersifat kristal, warnanya berbagai macam seperti warna putih dan merah muda.

Pupuk urea memiliki sifat higroskopis

pi, sehingga pupuk ini mudah larut dalam air dan mudah diserap di tanaman.  Untuk reaksi dari pupuk urea sendiri sedikit asam. Selain mudah tersapu bersih oleh air, pupuk urea juga mudah terbakar oleh sinar matahari.

2. Pupuk ZA (Zwavelzuur Ammonium)

Pupuk Zwavelzure Amonium adalah pupuk yang terbuat dari asam belerang (S) dan gas amonium (NH4+) sehingga kerap disebut pupuk amonium sulfat. Pupuk inu mengandung 21% unsur makro Nitrogen sebagai kation amonium, dan 24% unsur hara makro sekunder S (sulfur) sebagai anion sulfat. Jadi tiap 100 kilogram pupuk ZA sama dengan mengandung 21 kilogram Nitrogen dan 24% sulfur.

Pupuk ZA berbentuk kristal, dengan warna yang beragam seperti putih, merah muda, abu-abu, biru, kuning. Pupuk ini memiliki sifat higroskopis yang mudah menyerap uap air, untuk kelembaban 80% atau lebih, mudah larut dalam air dan mudah diserap tanaman. Untuk reaksinya adalah asam, kurang bagus untuk tanah muda. Reaksi kerjanya agak lambat, jadi pupuk ini cocok buat pupuk dasar.

3. Pupuk SP36 (Super Phosphate)

Pupuk Super Phosphate adalah pupuk yang terbuat dari asam sulfat dan fosfat alam. Pupuk SP36 sendiri mengandung 36% Fosfor dalam bentuk P2O5 (fosfat). Jadi setiap 100 kilogram pupuk SP36 mengandung 36 kilogram Fosfor. Untuk kadar P2O5 larut dalam air, paling kecil minimal 30%. Pupuk SP36 berbentuk butiran besar, warnanya abu-abu.

Pupuk SP36 memiliki sifat tidak higroskopis, sehingga dapat disimpan lama walaupun memiliki kelembaban udara yang tinggi. Untuk reaksi kimianya netral. Walaupun sifatnya mudah larut dalam air, namun reaksi kerjanya lambat dan pupuk ini mudah terbakar oleh sinar matahari.

4. Pupuk KCl (Kalium Klorida)

Pupuk KCl adalah pupuk yang dibuat dari ekstraksi mineral kalium. Pupuk Kalium Klorida sendiri memiliki kandungan 60% K dalam bentuk K20. Pupuk KCl berbentuk bubuk atau serbuk dan berwarna merah.

Pupuk KCl memiliki sifat higroskopis yang mudah larut dalam air dan mudah diserap oleh tanaman. Untuk reaksinya netral hingga asam. Unsur kloridanya memiliki sifat racun bagi tanaman tertentu seperti wortel dan kentang. Cocok buat digunakan sebagai pupuk dasar atau pupuk susulan.

5. Pupuk ZK (Zwavelzure Kali)

Pupuk Zwavelzure Kali merupakan pupuk yang terbuat dari asam belerang dan kalium. Sehingga kerap kali disebut pupuk Kalium Sulfat. Pupuk ZK mengandung 50% unsur hara makro K dalam bentuk K20 dan 17% unsur hara makro sekunder Sulfur. Pupuk inu berbentuk butiran kecil atau serbuk dengan berwarna putih.

Pupuk ZK memiliki sifat tidak higroskopis, sehingga bisa disimpan lama walaupun kelembaban udara yang tinggi sekalipun. Mudah larut dalam air, dan memiliki reaksi netral hingga asam. Untuk sumber kadar kaliumnya tinggi, jadi baik untuk beberapa tanaman seperti wortel dan kentang. Gunakan ZK, jika tanaman kalian tidak ingin keracunan klorida.

 

You May Also Like

About the Author: Dewo Broto

Seorang pemuda 20 Tahun yang lagi ketagihan menulis artikel di media online.